syukur

segala puji bagi Allah Robb semesta Alam, yang memberi petunjuk bagi hamba-hambanya yang di kehendaki

puisi ini daku persembahkan untuk seseorang yang mencintaiku

Sabtu, 29 Agustus 2015

Cinta Apakah Yang Kau Maksud

Cinta Apakah yang engkau maksud
dalam senyum yang merekah
tempias sebuah peradaban
generasi yang tangguh
aku mengatruh
sungguh....!!!!!
membelalak dalam himpitan waktu
yang terus bergulir

Menyunting Bidadari

Rintik hujun merentas kebumi
menbar kuncup-kuncup kehidupan
tadabur cinta dan Do'a sebagai penggati hasratku
dalam linang Airmata
adalah bahagia
mendulang pada kata
menjadi sajak syahdu
untuk menyunting bidadari

Aku Kangen

aku kangen celotehmu..
aku kangen senyummu...
aku kangen nakalmu
aku kangen criwismu
aku kangen brisikmu
aku kangen unyumu
aku suka aku kangen
ade-ade ku .... di mushola

Rabu, 26 Agustus 2015

Aku Rapuh

Gerimis mengiringi dukaku hari ini
Gugur kembang kamboja di belai angin
Mengamini langkahku yang gontai
Aku memucat pasi
Krana aku gagal menyemai bubulir rinduku
Aku tak tahu....
Peluh ini aku seka
Krana dermaga lautan ku sebrangi
Namun kutemui hanya sekuntum mawar layu
Yang rapuh
Ahh...aku lelah....
===================================
@sidakaya 2015
#Catatan_wong_desa
#My_book
#2508015_1300

Kamis, 19 Maret 2015

biarlah


aku tersenyum menyapamu
Dari balik waktu yang terus bergulir
Dalam do’a yang selalu kupanjatkan
Dan bait-bait puisi yang aku torehkan
Buat mu...
Krana aku tahu
Aku hanya seserpih angan 
Yang hinggap di hatimu
Biarlah...
Apa pun itu...
Bunga-bunga cinta yang ku semai di hatimu
Jangan biarkan layu
Biarkan bersemi selamanya.......


Sidakaya 10 Mar 2015

Senyumku dalam tangis



Kupandang langit muram
Mendung gelap gulita
Isyarat hujan akan turun
Aku termangu dan menangis tersedu
Karana waktu mencekatku dalam ruam-ruam luka
Aku terjatuh 
Waktu makin berlalu
Namun aku belum selesai memapah duka
Aku terus menangis
Memanggil ......
Aku makin mati rasa
Hanya goresan di pelupuk mata 
Dan menjadi hiasan pada bingkai bunga layu
Hirarki kehidupan terasajemu
Adakah kunang-kunang menari di persimpangan
Dan memberi cahayanya sedikit saja 
Aku tersenyum...
Kembali menangis 


Sidakaya, Maret 2015

Persembahan untukmu bidadariku



Aku persembahkan buatmu
Bunga yang terindah
Yang kupetik dari keikhlasanku
Bidadariku.... 
Dalam senyum yang terlukis indah
Membingkai dalam seberkas bianglala
Yang terus mamancarkan cahaya keindahan
Dan kunyanyikan mars-mars cinta
Dalam belantara jiwa
Dalam keimanan dan kemurnian yang hakiki
Sidakaya, maret 2015