Kupandang langit muram
Mendung gelap gulita
Isyarat hujan akan turun
Aku termangu dan menangis tersedu
Karana waktu mencekatku dalam ruam-ruam luka
Aku terjatuh
Waktu makin berlalu
Namun aku belum selesai memapah duka
Aku terus menangis
Memanggil ......
Aku makin mati rasa
Hanya goresan di pelupuk mata
Dan menjadi hiasan pada bingkai bunga layu
Hirarki kehidupan terasajemu
Adakah kunang-kunang menari di persimpangan
Dan memberi cahayanya sedikit saja
Aku tersenyum...
Kembali menangis
Sidakaya, Maret 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar