syukur

segala puji bagi Allah Robb semesta Alam, yang memberi petunjuk bagi hamba-hambanya yang di kehendaki

puisi ini daku persembahkan untuk seseorang yang mencintaiku

Kamis, 19 Maret 2015

Senyumku dalam tangis



Kupandang langit muram
Mendung gelap gulita
Isyarat hujan akan turun
Aku termangu dan menangis tersedu
Karana waktu mencekatku dalam ruam-ruam luka
Aku terjatuh 
Waktu makin berlalu
Namun aku belum selesai memapah duka
Aku terus menangis
Memanggil ......
Aku makin mati rasa
Hanya goresan di pelupuk mata 
Dan menjadi hiasan pada bingkai bunga layu
Hirarki kehidupan terasajemu
Adakah kunang-kunang menari di persimpangan
Dan memberi cahayanya sedikit saja 
Aku tersenyum...
Kembali menangis 


Sidakaya, Maret 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar