aku tersenyum
aku kembali menatapmu
ketika pagi beranjak
dentum dan tadabur syukur
menjadi selaksa pengantar langkahku
dengan melodi alam dan nyayian burung
adalah kesyahduan
hingga batas tipis kata-kata ku tak makin berati
menjadi sebuah do'a pagi
yang terus aku lantunkan
memuja-Mu
merontokan semburat kotoron di hatiku
aku bermandi doa
dan sujud
untuk mengisi cinta kepadamu
sampai mentari merekah sinar
dan mearajut kehangatan
inilah...!
sukuntum senyum
yang akan terurai
dalam bingkai waktu
dan aku
ingin selalu seperti ini
aku kembali menatapmu
ketika pagi beranjak
dentum dan tadabur syukur
menjadi selaksa pengantar langkahku
dengan melodi alam dan nyayian burung
adalah kesyahduan
hingga batas tipis kata-kata ku tak makin berati
menjadi sebuah do'a pagi
yang terus aku lantunkan
memuja-Mu
merontokan semburat kotoron di hatiku
aku bermandi doa
dan sujud
untuk mengisi cinta kepadamu
sampai mentari merekah sinar
dan mearajut kehangatan
inilah...!
sukuntum senyum
yang akan terurai
dalam bingkai waktu
dan aku
ingin selalu seperti ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar