syukur

segala puji bagi Allah Robb semesta Alam, yang memberi petunjuk bagi hamba-hambanya yang di kehendaki

puisi ini daku persembahkan untuk seseorang yang mencintaiku

Sabtu, 28 September 2013

Setumpuk Luka

gugur dedaunan mengiringi kepergianmu
pagi itu terasa beku
tanpa kata semua bisu
hanya bahasa air mata yang mampu menerjemahkan semua ini

ruas-ruas tubuh terasa menggigil
apalah arti bunga ketika telah layu
aku meranggas dalam bimbang
dan hati yang tersayat
hanya sepenggal kata yang kau ucap
"cukuplah kita sampai disini "

aku makin meranggas
ketika cinta yang kau ucapkan dulu
kini tak ada arti haya setumpuk luka yang makin berjejal
 


Posted via Blogaway

Tidak ada komentar:

Posting Komentar